Akne atau jerawatan adalah kondisi peradangan pada kulit yang terjadi di daerah pori-pori kulit dan kelenjar minyak disekitarnya. Kondisi jerawat paling sering terjadi pada kulit wajah, dada, bahu dan punggung. Proses terjadinya jerawat di mulai karena adanya penyumbatan daerah folikel rambut oleh sisa minyak dan kulit mati, yang merupakan kondisi yang memudahkan kuman bakteri berkembang biak, menimbulkan reaksi peradangan yang kemudian biasanya disertai dengan munculnya bisul bisul bernanah pada kulit.
Munculnya akne disebabkan karena terjadinya perubahan pada kulit oleh berbagai kondisi. Perubahan hormon meningkatkan produksi minyak atau sebum, yang selanjutnya membuat kelenjar minyak menjadi lebih aktif sehingga penyumbatan pori-pori kulit lebih mudah terjadi. Selain itu, bagian kulit mati lebih sulit terkelupas sehingga menyumbat pori-pori. Pori-pori yang tersumbat mempermudah kuman bakteri Cutibacterium acnes, yang biasanya hidup pada kulit tanpa membahayakan, berkembang biak tanpa terkontrol dan menimbulkan reaksi peradangan.
Beberapa faktor eksternal dan gaya hidup bisa juga merupakan pencetus atau trigger munculnya akne. Faktor pencetus hanya meningkatkan resiko individu mengalami akne, bukan merupakan penyebab langsung akne.
Faktor yang bisa menjadi trigger munculnya akne antara lain:
1. Hormon
Perubahan fluktuasi hormon pada masa pubertas, masa haid, kehamilan dan kondisi stress berlebihan meningkatkan resiko munculnya akne. Hormon tertentu mempengaruhi produksi minyak pada kulit dan juga membuat kelenjar kelenjar minyak tumbuh lebih besar.
Anak gadis yang rentan mengalami akne biasanya mengalami akne pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan anak laki-laki dengan situasi yang sama. Walaupun demikian, kalau anak laki-laki mulai mengalami akne, biasanya kondisi aknenya lebih parah dibandingkan dengan anak gadis.
2. Keturunan
Individu di mana orang tua memiliki akne, biasanya juga lebih rentan. Kondisi genetik yang diturunkan biasanya berkaitan dengan seberapa berminyak kulit dan bagaimana kulit bereaksi terhadap kondisi peradangan yang terjadi karena penyumbatan pori-pori kulit.
3. Jenis makanan tertentu
Kebiasaan mengkonsumsi makanan kaya zat tepung dan gula meningkatkan resiko akne. Beberapa contohnya antara lain biskuit, kentang goreng, nasi, cereal, cake, minuman botol yang manis.
4. Obat obatan & kosmetik
Jenis obat-obatan tertentu meningkatkan resiko akne misalnya kortikosteroid, lithium, androgen.
Pemilihan jenis kosmetik yang dan produk perawatan kulit yang mengakibatkan penyumbatan pori-pori kulit, meningkatkan resiko akne.
5. Lingkungan
Kondisi udara yang lembab dan hangat menyebabkan banyak keringatan sehingga memudahkan terjadinya akne.
Kondisi akne menyebabkan penderita mengeluhkan sensasi akibat peradangan kulit seperti rasa nyeri dan adanya rasa pembengkakan pada daerah kulit di mana akne muncul.
Perubahan kulit yang terjadi
kulit terlihat sangat berminyak, terutama pada daerah T dari kening ke hidung. Akne paling sering muncul berkelompok terutama di daerah wajah, dada, bahu dan punggung.
diawali dengan munculnya whitehead dan blackhead, berupa bentol kecil yang muncul karena pori-pori tersumbat mengalami peradangan. Whitehead muncul apabila pori-pori yang tersumbat masih tertutup, sedangkan pada blackhead, pori-pori yang tersumbat membuka dan mengalami oksidasi yang menyebabkan perubahan warna menjadi kehitaman.
apabila peradangan menjadi lebih parah, white dan blackhead terlihat merah, membengkak, yang disertai rasa nyeri dan munculnya papula dan pustula bernanah.
kondisi akne yang bertambah parah biasanya disertai dengan munculnya benjolan lebih besar dan terbentuknya kista kemerahan di bawah kulit yang terasa sangat nyeri.
setelah masa peradangan, kulit di daerah akne ditemukan biasanya terlihat lebih gelap karena terjadinya hiperpigmentasi kulit.
akne dengan kista dan akne yang sering di manipulasi seperti sering di pencet bisa meninggalkan lesi dengan skar pada wajah.
Kondisi keparahan akne dibedakan berdasarkan tingkat keparahan penyumbatan pori-pori, reaksi peradangan dan kedalaman setiap lesi jerawat. Membagi kondisi akne berdasarkan tingkat keparahannya membantu di dalam penanganannya.
Akne ringan
Kondisi kulit pada akne ringan biasanya sebagian besar terdiri dari komedo yang berupa white dan blackhead. Komedo terlihat seperti bentol kecil berwarna putih dan hitam tanpa terlihat adanya tanda peradangan. Daerah di sekitar kening, hidung dan dagu biasanya terlihat kasar karena bentolan komedo. Kadang-kadang muncul papula kecil yang tidak membengkak dan tidak nyeri. Komedo apabila mereda tidak menimbulkan skar.
Akne sedang
Pada akne sedang komedo muncul disertai dengan papula dan pustula yang meradang dan bernanah, terutama di daerah pipi, rahang, dada dan punggung. Kulit terlihat lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi. Akne yang sembuh memperlihatkan daerah kulit lebih gelap setelah peradangan. Rasa nyeri biasanya ringan-sedang, dan resiko munculnya lesi skar lebih tinggi.
Akne berat
Akne berat ditandai dengan adanya nodul atau benjolan dan kista besar berlokasi lebih dalam di bawah kulit yang terasa sangat nyeri. Lesi akne ini terasa padat dan keras, bengkak dan berlangsung selama beberapa minggu. Kulit di sekitar juga terlihat merah dan bengkak. Jerawat muncul lebih luas dan muncul secara persisten yang beresiko tinggi meninggalkan lesi skar. Akne berat selain mengganggu kenyamanan penderita juga bisa mempengaruhi rasa percaya diri.
Kondisi akne tidak hanya berhenti pada kulit tetapi bisa mempengaruhi kesehatan di luar kulit dan juga pada kondisi psikososial penderita. Dampak ini sangat nyata dan merupakan salah satu aspek penanganan yang perlu difokuskan untuk penderita akne.Â
Dampak yang ditimbulkan merupakan latar belakang kenapa penanganan akne secara dini dan konsisten diperlukan.
Dampak pada kulit
Akne yang tidak ditangani secara konsisten sejak dini mengakibatkan terjadinya perubahan permanen kulit seperti munculnya kulit dengan lesi skar, hiperpigmentasi di mana kulit terlihat lebih gelap, kulit kemerahan persisten setelah peradangan, pori-pori membesar, kondisi kulit berubah seperti menjadi lebih kering, sensitif, dan perih.
Dampak pada kesehatan secara umum
Akne yang sering di raba dan di pencet bisa terinfeksi bakteri luar mengakibatkan infeksi sekunder bakteri.Â
Iritasi kulit akibat perawatan akne mengakibatkan kulit menjadi lebih kering, terkelupas dan meradang.
Akne yang terus muncul mengakibatkan reaksi peradangan menetap pada kulit yang mengakibatkan akne lebih cepat kumat.
Dampak psikososial
Akne bisa mengganggu kesehatan mental dan emosi penderita, terutama apabila akne berat dan muncul dengan persisten. Akne berat mempengaruhi rasa percaya diri, image pribadi dan kenyamanan saat bersosialisasi. Penderita menjadi frustasi, merasa stress berkepanjangan, merasa malu dan menghindari interaksi dan partisipasi sosial.Â
Dampak kehidupan sehari-hari
Tantangan saat bermake-up karena kulit berakne biasanya tidak rata, selain itu kulit berakne lebih cendrung berminyak yang membuat make-up menjadi rusak lebih cepat.
Kulit rentan akne biasanya lebih sensitif sehingga mudah mengalami iritasi, terutama karena produk perawatan akne bisa mengakibatkan iritasi kulit.
Waktu dan keuangan
Perawatan kulit berjerawat memerlukan konsistensi dan waktu yang panjang, yang disertai dengan penggunaan produk perawatan kulit dan make-up khusus. Selain itu, kunjungan ke klinik perawatan kulit juga lebih sering dan perlu dilakukan secara teratur. Semuanya memerlukan penyesuaian waktu dan kondisi keuangan yang spesifik yang perlu disisihkan dari aktivitas rutin sehari-hari.
Penanganan kondisi akne biasanya ditujukan untuk menghindari penyumbatan pada pori-pori, meredakan proses peradangan dan mencegah akne muncul lagi.
Beberapa usaha rutin yang bisa dilakukan di rumah antara lain:
Membersihkan wajah dengan rutin dengan cairan pembersih wajah. Sebagai contoh, wajah dibersihkan secara teratur 2x sehari. Hindari membersihkan wajah terlalu sering karena bisa mengakibatkan kulit menjadi terlalu kering.
Memilih jenis kosmetik yang tepat dengan jenis kulit. Jenis kosmetik dengan bahan dasar yang menjaga kelembaban kulit dan sekaligus tidak membuat pori-pori tersumbat merupakan produk kosmetik yang dianjurkan pada individu dengan kulit rentan berjerawat. Bahan dasar kosmetik jenis ini biasanya lebih ringan dan kurang memberikan efek penyumbatan pori-pori. Beberapa contoh bahan yang biasanya terkandung antara lain:
gliserin
asam hyaluronik
niacinamid
dimethicon
beberapa esther ringan seperti isoprofil palmitat, isoprofil myristat, ethilhexil palmitat, isoamil laurat dan sejenisnya.
Hindari memencet jerawat karena bisa menimbulkan lesi skar.
Menangani kondisi stress, karena hormon dalam tubuh bereaksi terhadap stress yang berpotensi meningkatkan produksi minyak atau sebum.
Memilih diet dengan kandungan zat tepung yang rendah.
Akne ringan
Pemilihan obat over the counter (OTC) bisa dipakai untuk kondisi jerawat yang ringan. Berbagai produk untuk mengobati jerawat tersedia di apotek. Walaupun demikian, anjuran penggunaan selalu diikuti untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan menghindari kondisi akne memburuk. Beberapa obat OTC seperti salep mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid bisa membantu mengurangi kembang biak bakteri, menurunkan produksi sebum dan membantu mengurangi dampak akibat siklus pergantian kulit. Biasanya obat-obat OTC bekerja bertahap dan hasilnya baru bisa di lihat setelah beberapa bulan, jadi disiplin penggunaan merupakan salah satu kunci kesuksesan penanganan akne dengan OTC.
Akne sedang-berat
Kondisi akne dengan keparahan sedang-berat memerlukan penanganan dokter dan pengobatan biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Dokter biasanya meresepkan obat salep jerawat spesifik.
Perawatan oleh dokter untuk kondisi akne berat merupakan perawatan penting dan utama untuk bisa mengontrol kondisi akne. Dokter biasanya meresepkan obat minum seperti pil antibiotik untuk mengontrol bakteri atau pil hormon apabila kondisi akne dipengaruhi oleh fluktuasi hormon di dalam tubuh penderita.
Kondisi akne dengan nodul dan kista pengobatan spesifik dengan isotretinoin atau prosedur medis bisa diperlukan untuk meredakan reaksi peradangan dan mencegah munculnya lesi permanen setelah jerawat sembuh.
Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat akne yang memiliki efek sangat sangat kuat dan mampu mengobati akne berat yang gagal terhadap mode pengobatan akne lain.
Fungsi:
Target kerja isotretinoin adalah semua mengontrol seluruh arah dari proses terjadinya jerawat, baik dari produksi sebum, penyumbatan pori-pori kulit, reaksi peradangan dan tumbuh kembang bakteri yang tidak terkontrol.
Isotretinoin merupakan turunan vitamin A yang memiliki efek mengecilkan kelenjar minyak atau kelenjar sebaseus dan menurunkan setidaknya 80% produksi minyak. Selanjutnya dengan produksi minyak yang menurun, resiko pori-pori tersumbat menurun.
Efek lain isotretinoin adalah mengembalikan siklus pembentukan sel kulit ke kecepatan yang normal sehingga penumpukan sel kulit mati menjadi berkurang sehingga komedo juga tidak lagi muncul.
Efek anti-inflamasi kuat dari isotretinoin meredakan reaksi peradangan pada kondisi akne berat. Selanjutnya dengan kondisi yang tidak lagi bermafaat untuk bertumbuh kembang, perkembangbiakkan bakteri juga menurun yang memberikan efek menguntungkan untuk penyembuhan jerawat.
Efek samping
Efek samping tretinoin yang sering ditemukan pada penderita merupakan efek akibat menurunnya produksi minyak di dalam kulit. Biasanya penderita mengeluhkan timbulnya kekeringan pada mata, mulut, bibir, hidung dan kulit, gatal gatal, mimisan, nyeri otot dan sendi, sensitif terhadap sinar matahari dan terganggunya penglihatan pada malam hari.
Isotrenitoin juga bisa meningkatkan kadar kolesterol dan mengganggu kerja organ hati. Kondisi mood yang tidak stabil dan sakit kepala juga dihubungkan dengan penggunaan obat isotretinoin. Follow up dan pemeriksaan darah biasanya dilakukan untuk memonitor munculnya efek samping ini.
Pemakaian obat isotretinoin wanita usia reproduksi yang berpotensial mengalami kehamilan perlu di awasi dengan ketat karena obat isotretinoin diketahui bisa mengakibatkan bayi lahir abnormal.
Pengobatan dengan hormon
Fluktuasi hormon androgen seperti hormon testosteron mempengaruhi produksi minyak pada kulit. Beberapa jenis pilihan pengobatan hormon yang tersedia antara lain: pil kontrasepsi kombinasi, obat anti-androgen. Dokter akan melakukan evaluasi kondisi penderita untuk bisa merekomendasikan pengobatan hormonal yang tepat.
Prosedur spesifik
Akne berat juga diobati dengan melakukan prosedur spesifik yang bisa dilakukan di klinik kulit. Prosedur spesifik bukan merupakan pilihan pengobatan primer, tetapi bisa membantu mengurangi jumlah lesi aktif, mempercepat penyembuhan dan mencegah memburuknya kondisi kulit. Biasanya pemilihan prosedur dilakukan dengan konsultasi dokter umum terlatih atau dokter spesialis kulit.
Pilihan prosedur perawatan akne di klinik kulit sebagai day terapi antara lain:
Peeling dengan zat kimia spesifik untuk membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Prosedur pengobatan dengan sinar membantu mengurangi reaksi peradangan dan bakteri. Sinar biru membantu mengontrol kuman bakteri, dan sinar merah membantu meredakan peradangan kulit.
Pengobatan laser membantu menurunkan produksi minyak di dalam kulit.
Prosedur ekstraksi komedo menggunakan alat khusus yang steril untuk membersihkan sumbatan pada pori-pori dengan aman dan menurunkan resiko terjadinya lesi skar dibandingkan dengan melakukan sendiri dengan memencet.
Injeksi kortikosteroid biasanya dilakukan dokter untuk lesi yang dalam dengan nodul dan kista, untuk membantu mempercepat proses penyembuhan reaksi peradangan, mengurangi rasa nyeri dan mencegah lesi skar.
Pengobatan lesi skar bisa dilakukan setelah akne sembuh, di mana lesi skar bisa diperbaiki dengan melakukan prosedur mikroinjeksi atau menggunakan prosedur laser resurfacing. Prosedur ini membantu merangsang kolagen kulit membuat kulit menjadi lebih halus.
Pengobatan akne biasanya memerlukan waktu setidaknya 2-3 bulan untuk memperlihatkan perbaikan walaupun dengan pemilihan pengobatan yang tepat. Follow up dan disiplin mengikuti anjuran pemakaian obat oleh dokter yang merawat akan memperlihatkan hasil yang diinginkan.
Perawatan kulit rutin untuk kulit mudah berjerawat ditujukan untuk menurunkan resiko penyumbatan pori-pori kulit, membantu meredakan peradangan dan melindungi kulit. Jenis kulit berjerawat lebih sensitif terhadap pengaruh berbagai faktor sehingga memerlukan perhatian khusus.
Berikut merupakan salah satu contoh langkah perawatan kulit untuk jenis kulit berjerawat. Selalu perhatikan reaksi dan toleransi pada saat perawatan kulit.
Perawatan pada pagi hari menggunakan:
Pembersih kulit
Tujuan membersihkan kulit di pagi hari adalah untuk membersihkan minyak, debu dan sisa keringat di permukaan kulit. Membersihkan kulit dengan menggunakan produk pembersih kulit khusus untuk kulit mudah berjerawat memberikan manfaat untuk kulit berakne. Direkomendasikan untuk memilih produk yang memiliki label anti-komedogenik atau fragrance free. Produk bisa berbentuk jel, foam ataupun cairan.
Perawatan akne
Beberapa jenis perawatan akne bisa di pilih berdasarkan kondisi akne dan toleransi kulit. Direkomendasikan untuk hanya memilih satu produk setiap kali perawatan sesuai dengan kondisi akne.
Niacinamide dengan kandungan 2-5% membantu mengurangi produksi sebum dan meredakan peradangan pada jerawat.
Asam azelaik dengan kandungan 10-15% membantu membuka pori-pori yang tersumbat, meredakan peradangan dan membantu hiperpigmentasi akibat jerawat.
Asam salisilat dengan kandungan 0.5-2% pilihan untuk blackhead, membantu mencairkan sebum yang menyumbat pori-pori.
Pelembab kulit
Pelembab khusus untuk kulit berjerawat diperlukan untuk memberikan perlindungan kulit dan juga untuk mencegah iritasi dari produk perawatan akne. Jenis pelembab kulit yang mengandung gliserin, asam hyaluronik atau ester ringan baik dalam bentuk jel atau krim, merupakan pilihan yang lebih bermanfaat untuk kulit berjerawat.
Sunscreen
Sunscreen membantu meredakan peradangan, memperbaiki hiperpigmentasi akibat jerawat dan mencegah iritasi dari produk perawatan akne. Pemilihan sunscreen dengan kandungan SPF 30-50, oil-free, dan non-komedogenik merupakan jenis sunscreen yang lebih bermanfaat untuk jenis kulit berjerawat.
Perawatan malam hari menggunakan:
Pembersih kulit
Sama dengan pada pagi hari, membersihkan kulit pada malam hari bertujuan untuk membersihkan sisa kosmetik di pagi hari, membersihkan sisa minyak dan keringat serta partikel debu dan polusi pada saat beraktivitas di luar.
Perawatan akne utama
Perawatan akne utama disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi akne, di mana produk perawatan bisa didapatkan OTC ataupun dengan resep dokter. Penderita dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat, mengenai penggunaan produk perawatan jerawat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Salep benzoyl peroksida 2.5% merupakan obat OTC yang memiliki kemampuan untuk mengontrol perkembangbiakkan bakteri kulit dan membantu meredakan peradangan.
Salep retinoid yang mengandung adapalene atau tretinoin berfungsi untuk membantu siklus pengelupasan kulit, mencegah penyumbatan pori-pori dan meredakan peradangan. Adapalene 0.1% biasanya tersedia OTC, yang lebih kuat memerlukan resep dokter. Salep tretinoin selalu memerlukan resep dokter.
Pelembab kulit
Pelembab kulit digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap kulit dari produk perawatan akne yang juga berefek iritasi kulit. Produk pelembab kulit yang mengandung ceramide, asam hyaluronik atau dimethicone merupakan produk pelembab yang bisa membantu menjadi barier perlindungan kulit terhadap iritasi kulit.
Perawatan ekstra mingguan
Perawatan masker wajah dengan produk yang bisa membantu menyerap kelebihan minyak pada kulit bisa dilakukan seminggu sekali.
Penggunaan eksfolian asam salisilat memiliki penetrasi lebih dalam dan bisa digunakan seminggu sekali untuk membantu membersihkan sisa sebum.
Penggunaan asam azelaik tambahan seminggu sekali untuk membantu meredakan peradangan dan memperbaiki bagian hiperpigmentasi kulit.
Catatan
Gunakan satu jenis produk setiap kali, hindari menggunakan produk bercampur dengan efek serupa sekalian.
Perawatan akne dengan salep retinoid menyebabkan kulit menjadi kering selama 2-4 minggu, penggunaan pelembab kulit dengan salep retinoid membantu kelembaban kulit tetap terjaga.
Hindari menggosok kulit dengan keras.
Hindari jenis kosmetik yang mengandung alkohol dan jenis kosmetik dengan konsistensi krim lengket dan tebal.
Perawatan kulit secara konsisten dengan produk yang lembut ke kulit lebih bermanfaat dalam jangka panjang daripada perawatan kulit menggunakan produk perawatan yang keras dan agresif.
Pilih jenis produk make-up non-komedogenik
Produk kosmetik dengan label oil free, non-komedogenik, lebih bermanfaat untuk kulit rentan akne, hindari produk jenis balm tebal, lanolin, minyak mineral atau wax tebal.
Bentuk produk make-up yang ringan
Bentuk produk kosmetik seperti cairan, serum, jel untuk foundation atau concealer lebih bermanfaat, hindari foundation yang berbentuk krim pekat, stik atau mousse.
Finishing dengan tipe matte
Make-up finishing dengan kontur matte baik soft atau natural matte membantu mengontrol permukaan kulit tetap smooth dan mencegah terlihatnya pori-pori. Hindari produk make up dengan finishing dewy atau luminous, karena lebih memperlihatkan kulit berminyak.
Ketebalan lapisan make-up
Lapisan make-up yang lebih tipis mencegah penyumbatan pori-pori, terlihat lebih natural dan mengurangi iritasi kulit.
Penggunaan bedak bubuk yang cermat
Bedak bubuk di pakai tipis terutama pada daerah T membantu mencegah kulit terlihat berminyak.
Pemilihan primer
Primer merupakan produk pertama yang dipakai setelah produk perawatan kulit, yang digunakan dengan tujuan untuk membantu kulit terlihat lebih smooth dan stabil. Produk ini bermanfaat untuk kulit rentan akne yang biasanya memiliki kontur kulit yang tidak rata.
Pilihan primer yang membantu mengontrol minyak, pore-blurring atau water-based bermanfaat untuk kulit prone akne. Hindari primer dengan silikon tebal atau hydrating.
Bersihkan setiap malam sebelum tidur
Selalu bersihkan sisa make-up pada malam hari sebelum tidur, make-up yang dibiarkan semalaman bisa memperburuk kondisi akne.
Contoh make-up lengkap untuk kulit rentan jerawat, setelah perawatan kulit rutin. Perlu diperhatikan, biasanya akan ada variasi keperluan dan kecocokan spesifik bagi masing-masing individu.
Primer jenis oil-free
Foundation matte ringan
Concealer pada daerah dengan blemish dibubuhkan tipis
Bedak bubuk pada daerah T zone dibubuhkan tipis
Setting spray non-komedogenik: setting spray berguna untuk mempertahankan konsistensi make-up lebih panjang dan mengurangi keperluan touch-up sehingga menurunkan resiko penyumbatan pori-pori.