Ambeyen atau wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum mengalami pelebaran dan pembengkakan. Kondisi ini dapat muncul di bagian dalam rektum (hemoroid internal) atau di sekitar kulit anus (hemoroid eksternal), dan pada beberapa kasus dapat menonjol keluar saat buang air besar atau BAB.
Ambeyen mudah terjadi di daerah anus dan rektum karena struktur anatomi dan fungsi bagian ini memang membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami tekanan. Tekanan di dalam rongga perut dan di sekitar anus meningkat pada saat seseorang mengejan, menahan BAB, atau mengalami konstipasi maupun diare berkepanjangan. Tekanan ini langsung mengenai bantalan pembuluh darah di daerah rektum bagian bawah, yang berfungsi sebagai penyangga pada saat mengontrol BAB. Tekanan pembuluh darah yang berlangsung berulang atau berkepanjangan, mengakibatkan pembuluh darah rektum melebar dan menonjol, sehingga terbentuklah ambeyen/wasir.
Ambeyen biasanya terjadi pada orang dewasa dan mudah terjadi di daerah anus dan rektum karena struktur anatomi dan fungsi bagian ini memang membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami tekanan. Tekanan di dalam rongga perut dan di sekitar anus meningkat pada saat seseorang mengejan, menahan BAB, atau mengalami konstipasi maupun diare berkepanjangan. Tekanan ini langsung mengenai bantalan pembuluh darah di daerah rektum bagian bawah, yang berfungsi sebagai penyangga pada saat mengontrol BAB. Tekanan pembuluh darah yang berlangsung berulang atau berkepanjangan, mengakibatkan pembuluh darah rektum melebar dan menonjol, sehingga terbentuklah ambeyen/wasir.
Beberapa kondisi yang memudahkan seseorang menderita ambeyen meliputi:
1. Diet & Pola Makan
Pola makan rendah serat
Kurang minum sehingga kesulitan BAB
Konsumsi makanan pedas apabila sedang mengalami keluhan
2. Kebiasaan Sehari‑hari
Sering mengejan saat BAB
Menahan BAB
Duduk terlalu lama, termasuk duduk lama di toilet
Kurang aktivitas fisik
Kebiasaan membaca atau menggunakan ponsel di toilet
3. Kondisi Kesehatan
Konstipasi.
Diare berkepanjangan.
Obesitas.
Kehamilan karena tekanan dari rahim dan terjadinya perubahan aliran darah.
Usia yang semakin bertambah karena jaringan penyangga di daerah rektum melemah. Individu berusia >50 tahun hampir 2x lipat lebih mudah menderita ambeyen bergejala dibandingkan individu berusia lebih muda.
Penderita penyakit hati kronis mengalami peningkatan tekanan pembuluh darah balik yang meningkatkan resiko terjadinya ambeyen.
Kondisi kesehatan lain yang bisa meningkatkan tekanan di dalam rongga dada atau perut seperti pada penderita batuk kronis, penderita pembesaran kelenjar prostat atau adanya tumor atau pembesaran lain oleh sesuatu sebab.
4. Faktor Biologis & Genetik
Riwayat keluarga dengan ambeyen karena adanya kondisi bawaan di mana struktur jaringan penyangga pembuluh darah anus yang lebih mudah melemah, sehingga tekanan kecil sekalipun dapat memicu pembengkakan.
Faktor genetik memang dapat meningkatkan resiko ambeyen, walaupun demikian, terjadinya ambeyen jauh lebih sering dipicu oleh kebiasaan sehari‑hari dan kondisi kesehatan yang memengaruhi pola BAB, sehingga faktor genetik dianggap sebagai resiko tambahan, bukan penyebab utama.
Keluhan yang dirasakan penderita ambeyen umumnya berkaitan dengan pembengkakan dan iritasi di sekitar anus, walaupun demikian gejala ambeyen memperlihatkan gejala serupa dengan kondisi kesehatan anus lainnya seperti. Gejala-gejala biasanya dikeluhkan antara lain:
Perasaan gatal disekitar anus.
Rasa nyeri dan/atau panas di sekitar anus.
Terasa ada benjolan gumpalan daging terasa di sekitar anus.
Perasaan sering ingin BAB atau ada perasaan masih ada yang mengganjal setelah BAB.
Perasaan sakit dibagian anus yang terasa lebih parah pada posisi duduk.
Rasa lembab di sekitar anus.
Munculnya perdarahan segar dari arah lubang anus tanpa rasa nyeri saat BAB atau terjadi secara spontan.
Tinja bercampur dengan darah yang berwarna merah segar.
Komplikasi ambeyen bisa terjadi apabila kondisi ambeyen tidak ditangani dengan semestinya yang mengakibatkan kondisi ambeyen bertambah parah dan berlangsung lama. Beberapa masalah tambahan yang bisa terjadi antara lain:
Terjadinya pembekuan darah atau trombosis pada daerah ambeyen, di mana penggumpalan darah di dalam pembuluh yang membengkak tersebut menyebabkan rasa nyeri tajam dan pembengkakan yang lebih membesar.
Adanya ambeyen yang menonjol (prolaps) yang menetap—di mana benjolan tetap berada di luar anus dan sulit masuk kembali yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari serta meningkatkan resiko iritasi dan infeksi lebih lanjut.
Infeksi dapat menyebabkan nyeri bertambah, pembengkakan yang membesar, dan kadang disertai dengan munculnya cairan atau nanah.
Kondisi ambeyen yang meradang mudah mengalami luka atau iritasi. Kuman bakteri di sekitar anus lebih mudah masuk ke dalam jaringan yang terbuka tersebut.
Kondisi ambeyen dengan prolaps menetap dapat membuat kulit di sekitar anus menjadi lebih lembab dan sulit dibersihkan dengan optimal, sehingga kuman bakteri dapat berkembang dan memicu infeksi.
Ambeyen yang mengalami gesekan terus‑menerus—misalnya saat duduk, berjalan, atau BAB—lapisan kulit beresiko lebih tinggi mengalami iritasi dan terbuka, memberikan peluang bagi bakteri untuk masuk.
Perdarahan yang terus berulang dapat membuat penderita merasa tidak nyaman setiap kali BAB dan, bila terjadi dalam jangka panjang, dapat menimbulkan keluhan lemas.
Perawatan ambeyen di rumah umumnya ditujukan untuk mengurangi keluhan dan mencegah iritasi pada daerah ambeyen yang berulang. Beberapa usaha perawatan yang bisa dilakukan antara lain:
Menjaga BAB tetap lancar merupakan usaha yang paling penting, yang bisa dilakukan dengan meningkatkan konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji‑bijian, serta memastikan asupan cairan cukup sepanjang hari.
Sitz bath atau merendam area anus dengan air hangat selama beberapa menit dapat membantu meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman.
Menghindari mengejan, tidak duduk terlalu lama saat di toilet, dan membatasi waktu duduk saat bekerja juga membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
Bila diperlukan, salep atau krim wasir yang dijual bebas dapat digunakan sesuai petunjuk kemasan untuk mengurangi iritasi. Jika keluhan tidak membaik atau perdarahan terus berulang, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kondisi dan memberikan saran penanganan yang sesuai.
Keluhan ambeyen yang tidak membaik dengan perawatan di rumah atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari memerlukan konsultasi dengan dokter. Kondisi ambeyen yang memerlukan penanganan medis antara lain:
Adanya perdarahan segar BAB yang muncul berulang.
Memperlihatkan keluhan kondisi kurang darah seperti merasa lemas, pusing dan terlihat pucat.
Gejala ambeyen menghentikan aktivitas sehari-hari.
Kondisi ambeyen dengan prolaps yang menetap yang keluar dari lubang anus tidak masuk kembali secara spontan.
Munculnya tanda infeksi seperti pembengkakan yang membesar, munculnya demam dan cairan atau nanah.
Penderita yang memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem pembekuan darah atau sedang dalam perawatan dengan obat pengencer darah.
Penanganan medis untuk ambeyen biasanya dilakukan bila keluhan tidak membaik dengan perawatan di rumah atau bila muncul komplikasi seperti perdarahan berulang, prolaps, atau nyeri berat.
Proses pemeriksaan
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan yang sederhana dan bertahap untuk menilai kondisi ambeyen.
Langkah awal adalah mendapatkan informasi keluhan ambeyen dari penderita untuk memahami keluhan, pola buang air besar, dan faktor resiko yang mungkin ada.
Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan pada daerah anus, termasuk melihat apakah ada benjolan, perdarahan, atau tanda iritasi.
Dokter bisa juga melakukan pemeriksaan colok dubur atau digital rectal exam (DRE) untuk menilai kondisi otot dan mencari kelainan lain di dalam saluran anus.
Bila diperlukan, terutama jika perdarahan tidak jelas sumbernya atau ada kecurigaan kondisi lain, dokter bisa menyarankan pemeriksaan anoskopi, yaitu pemeriksaan dengan alat kecil berkamera untuk melihat bagian dalam anus dan rektum secara lebih detail. Pemeriksaan ini membantu memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang paling sesuai.
Pemeriksaan darah bisa diperlukan apabila penderita memperlihatkan gejala kurang darah akibat perdarahan.
Pengobatan
Dokter dapat meresepkan obat oles atau supositoria yang membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman. Pada kasus tertentu, prosedur non‑bedah dapat digunakan untuk mengecilkan jaringan ambeyen tanpa operasi besar.
Pengobatan konservatif dengan obat ambeyen yang diresepkan dokter.
Penanganan kondisi ambeyen menetap biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah bisa dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Prosedur non-bedah tersebut misalnya ligasi karet, skleroterapi, koagulasi inframerah atau diatermi.
Kondisi ambeyen dengan prolaps yang berat biasanya sulit berhasil dengan penanganan non-bedah. Dokter biasanya melakukan operasi bedah yang disesuaikan kondisi ambeyen. Pilihan prosedur bedah antara lain:
melakukan hemoroidopeksi di mana bagian ambeyen yang prolaps dikembalikan ke lokasi asalnya dan aliran darah dikurangi ke daerah prolaps,
hemoroidektomi di mana seluruh bagian ambeyen yang prolaps di angkat.
Pencegahan jangka panjang untuk ambeyen difokuskan untuk menjaga pola BAB tetap lancar dan mengurangi tekanan berulang pada pembuluh darah di sekitar anus. Beberapa usaha yang bisa dilakukan antara lain:
Mengkonsumsi jenis makanan berserat yang cukup dari buah, sayur, dan biji‑bijian membantu tinja menjadi lebih lunak.
Konsumsi air minum yang cukup dan teratur membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Aktivitas fisik rutin mendukung fungsi usus dan mencegah konstipasi.
Kebiasaan seperti tidak menahan BAB, menghindari mengejan, serta tidak berlama‑lama duduk di toilet membantu mengurangi tekanan pada area anus.
Menjaga berat badan tetap seimbang.
Mengontrol kondisi yang bisa memicu terjadinya batuk kronis.