Asam urat adalah produk sisa dari pemecahan zat kimia tubuh bernama purin. Purin berperan penting di dalam pembentukan sel-sel tubuh. Produksi asam urat yang berlebihan meningkatkan konsentrasi asam urat di dalam tubuh yang di kenal dengan hiperurisemia. Kristal asam urat yang tinggi bisa mengganggu fungsi berbagai organ tubuh.
Asam urat bisa berasal dari endogen yaitu dari pemecahan sel-sel tubuh dan eksogen dari makanan. Sekitar 2/3 dari asam urat di dalam tubuh diproduksi secara endogen, dan 1/3 dari diet. Sekitar 70% dari asam urat dikeluarkan dari tubuh lewat organ ginjal dan selebihnya dikeluarkan melalui usus. Asam urat terbentuk di dalam organ hati, beredar dalam darah, dan dikeluarkan melalui air seni. Dalam jumlah normal, asam urat tidak berbahaya bagi tubuh, bahkan bersifat antioksidan yang bermanfaat untuk tubuh.
Kadar asam urat dalam tubuh bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah. Batas normal kadar asam urat
Pria: < 7 mg/dL
Wanita: < 6 mg/dL
Asam urat meningkat ketika tubuh memproduksi terlalu banyak dari hasil pemecahan purin atau ketika ginjal tidak mampu membuangnya dengan baik. Faktor utama adalah konsumsi makanan tinggi purin, gangguan fungsi ginjal, alkohol, minuman manis, obesitas, dan penggunaan obat tertentu.
Produksi asam urat yang berlebihan.
Diet kaya purin seperti seafood, daging berwarna merah, jeroan.
Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Banyak mengkonsumsi minuman yang bergula.
Kondisi kesehatan tertentu seperti: kanker, perawatan dengan kemoterapi.
Riwayat keluarga dengan kondisi gout.
Gangguan pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.
Fungsi ginjal yang menurun.
Obat-obat tertentu seperti: kemoterapi, diuretik, aspirin dosis rendah.
Gangguan metabolik seperti: obesitas, hipertensi, penyakit kencing manis.
Dehidrasi.
Kondisi metabolik asidosis.
Faktor genetik yang mempengaruhi fungsi organ ginjal mengeluarkan asam urat.
Kombinasi dari kedua penyebab di atas merupakan mekanisme yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab hiperurisemia.
Gejala hiperurisemia bervariasi dari tanpa gejala sampai adanya gangguan fungsi berbagai organ tubuh, di mana tingkat keparahan gejala tergantung dari tinggi dan persistensi kandungan asam urat di dalam tubuh.
Hiperurisemia tanpa gejala
Merupakan kondisi hiperurisemia yang paling sering terjadi, yang biasanya ditemukan dari pemeriksaan darah rutin. Kadar asam uran > 6.8 mg/dL memastikan kondisi ini.
Pengobatan untuk kondisi ini belum diperlukan, walaupun demikian modifikasi gaya hidup yang bisa membantu mencegah memburuknya kondisi hiperurisemia sangat dianjurkan.
Hiperurisemia dengan gejala
Kondisi hiperurisemia sudah memperlihatkan gejala-gejala dan bisa bermanifestasi spesifik tergantung organ tubuh terpengaruh.
Gout
Adalah kondisi artritis akibat hiperurisemia yang merupakan kondisi yang yang paling sering dikeluhkan pada penderita hiperurisemia dengan gejala.
Gout akut
Keluhan meliputi: peradangan sendi di mana sendi tiba-tiba membengkak, kemerahan dan nyeri. Peradangan sendi bisa terjadi pada pergelangan tangan/kaki, lutut dan persendian pada jari-jari. Peradangan pada jempol kaki merupakan keluhan klasik penderita gout.
Gejala biasanya membaik antara 3-14 hari, tapi bisa muncul lagi setelah periode tanpa gejala apabila kondisi hiperurisemia terus meningkat.
Gout kronis
Kondisi peradangan sendi yang berulang menjadi persisten
Disertai dengan pembentukan tofus akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, yang biasanya ditemukan di daerah persendian, daun telinga dan tendon.
Bisa berakibat munculnya kekakuan sendi persisten, terjadinya deformitas atau kelainan sendi serta terjadinya erosi dari bagian tulang.
Gangguan fungsi organ ginjal
Terbentuknya batu asam urat di dalam organ ginjal, tergantung dari keparahannya penderita biasanya mengeluh nyeri perut, kencing berdarah atau tidak bisa kencing.
Gangguan fungsi organ ginjal kronis karena kondisi hiperurisemia yang berkepanjangan.
Gangguan kesehatan sistemik
Gangguan kesehatan seperti hipertensi, gangguan metabolik dan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah bisa terjadi karena kondisi hiperurisemia kronis.
Ibu hamil yang memiliki hiperurisemia beresiko lebih tinggi menderita preeklamsia atau tekanan darah meningkat pada masa kehamilan.
Penderita dengan gejala perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya. Kondisi hiperurisemia bisa dipastikan dengan melakukan pemeriksaan dan beberapa testing.
Jenis testing yang biasanya dilakukan untuk memastikan kondisi hiperurisemia tersebut meliputi:
Pemeriksaaan darah atau air seni.
Aspirasi dari cairan sendi.
USG atau X-ray.
Pengobatan hiperurisemia biasanya dilakukan apabila penderita memperlihatkan keluhan. Jenia pengobatan dilakukan meliputi:
Pengobatan serangan akut
Obat anti peradangan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi. Selalu ikuti petunjuk dari dokter tentang cara pemakaian obat. Rasa sakit akan mulai berkurang 12 jam kemudian, dan menghilang dalam waktu 48 jam.
Mencegah kekambuhan
Obat penurun asam urat dan/atau obat yang bisa meningkatkan pembuangan asam urat. Jenis obat ini biasanya dianjurkan untuk di mulai pada saat gejala mulai mereda, karen bisa memperparah gejala akut.
Penderita mengalami serangan yang berat atau serangan lebih dari dua kali dalam satu tahun,
ada kerusakan serius pada persendian, tofus, atau kencing batu.
Modifikasi pada diet dan cara hidup, misalnya: menghindari minuman yang mengandung alkohol, menghindari makanan yang mengandung kadar protein purin yang tinggi, bila berat badan diatas normal usahakan menurunkan secara bertahap bukan drastis.
Upaya pencegahan ditujukan untuk menurunkan produksi asam urat dan meningkatkan pengeluaran asam urat dari dalam tubuh, sehingga hiperurisemia dengan gejala dan komplikasi jangka panjang bisa dihindari.
Modifikasi pada diet dan cara hidup, misalnya: menghindari minuman yang mengandung alkohol atau bergula, menghindari makanan yang mengandung kadar protein purin yang tinggi, bila berat badan diatas normal usahakan menurunkan secara bertahap bukan drastis.
Minum cukup air, setidaknya 2-3 liter per hari.
Menjaga berat badan BMI yang direkomendasikan.
Olahraga secara teratur.
Menghindari stress.
Mengikuti petunjuk follow up untuk mempertahankan konsentrasi asam urat dalam batas yang direkomendasikan.